Drive

  • Directed by Nicholas Winding Refn
  • Cast : Ryan Gosling,Carey Mulligan,Albert Brooks,Ron Perlman,Bryan Cranston,Oscar Isaac,Christina Hendricks

Drive telah lama mencuri gemuruh pujian ketika dibuka di Cannes dan memenangkan Best Director untuk Nicholas Winding Refn.Menarik untuk mengamati bagaimana pemasaran film ini dengan poster artistik menampilkan font berwarna pink untuk judul,sebagian orang mungkin menyangka Drive sejenis film aksi balapan layaknya Fast and Furious.Tidak heran,seorang wanita di US sana sampai menuntut produsen Drive ke jalur hukum karena merasa tertipu oleh trailer.^^

Ryan Gosling berperan sebagai ‘driver’,dia hanya driver,tanpa nama,tanpa sejarah,seorang sopir stuntman untuk film aksi Hollywood,tapi dia juga montir .Di malam hari,sesekali dia menjadi driver untuk perampokan lokal.Driver begitu tenang,dengan balutan jaket satin keemasan dengan kalajengking emas menempel di bagian belakang,nyaris tanpa kata dan terselip tusuk gigi di bibirnya.

Driver mungkin tidak memiliki kontak sosial selain dengan Shannon (Bryan Cranston),bos di bengkel tempat ia bekerja.Shannon juga mengajak driver menjadi pengemudi untuk investasi barunya bersama Bernie Rose (Albert Brooks)-mafia yahudi mantan produser film kelas B.Di luar pekerjaannya,driver bertemu Irene-ibu muda (Carey Mulligan) dan putranya Benicio (Kaden Leo),yang dengan cepat membentuk ikatan kasih sayang pada diri sang Driver.Tapi ketika mereka mulai terhubung satu sama lain,pulanglah Standard (Oscar Isaac),suami Irene yang baru bebas dari penjara.Bebasnya Standard ternyata membawa masalah besar yang mengancam keluarganya.Yang kemudian membawa sang driver terlibat lebih jauh dan menariknya dalam lingkaran konspirasi kekerasan yang mengancam nyawanya.

Menonton Drive tidak seperti umumnya film aksi,Refn meramu racikan sinema noir cerdas kombinasi Steve McQueen-Tarantino dan sentuhan ala Taxi Driver sekaligus.Secara perlahan membangun ketegangan di tiap adegan.Sang sutradara layaknya sang driver Gosling dalam film ini,seolah tau persis kapan perlu memindah gigi .Dari urutan ketika Driver bertukar tatap penuh arti dengan Irene,dan kemudian mengejutkan dengan kekerasan grafis yang mendadak di layar dan nyaris tak terduga.Meskipun penggunaan slow-motion terkadang terlalu berlebihan.Kredit juga layak diberikan pada Cliff Martinez untuk musik khas 80’an yang terasa padat mengisi minimnya dialog dan menciptakan atmosfer emosional bagi penonton.

Dari departemen akting,rasanya sulit membayangkan aktor lain untuk peran Driver.Ryan Gosling mampu memberikan sisi anti-hero dari sosok driver,memungkinkan karakternya yang dingin dan nyaris tanpa emosi-menjadi hidup dan terjaga.Dan saya percaya,karakter driver dapat menjadi ikonik suatu hari nanti.Carey Muligan sebagai Irene tampak halus dan mampu menampilkan kecemasan di wajahnya,tapi script sepertinya tidak memberi banyak ruang untuk Mulligan menunjukkan potensinya.Chemistry antara dia dan Gosling pun terasa tidak klik.Bryan Cranston cukup meyakinkan sebagai satu-satunya orang kepercayaan (dan mungkin sosok bapak) untuk driver,dan memberikan chemistry lebih hidup bersama Gosling.

Namun hal terbaik datang dari Albert Brooks,kinerja kecil tapi sensasional sebagai Bernie Rose,yang menyembunyikan bakat kekerasan mengejutkan di balik wajah kebapakkan dan suara lembutnya.Menarik untuk melihat apa yang mampu ia lakukan dengan sebuah garpu : ).Kinerja Brooks diimbangi juga oleh Ron Perlman sebagai koleganya yang bermulut kotor (plus wajah Hellboy).Dan mungkin ada sedikit hiburan melihat Christina Hendriks dari serial Mad Men mampir sebentar dalam film ini.

Drive tidak diragukan lagi,salah satu karya terbaik tahun ini.Sebuah film art-house manis penuh sentuhan sinematis.Nicholas Winding Refn (yang dipilih Ryan Gosling untuk menyutradari film ini) benar-benar membawa penonton dalam rekreasi visual film aksi cerdas dan menghindari klise hollywood.Berbicara Oscar,sulit membayangkan film maupun kinerja brilian Gosling mendapat tempat di Oscar.Drive hanya jenis genre yang terlalu ‘nyeni’ untuk akademi.Dan Gosling,jika penampilan terbaiknya dalam Blue Valentine (yang lebih ramah untuk Oscar) saja di-snubs,what ‘bout these one? Tapi taruhan terbaik mungkin nominasi peran pendukung untuk Albert Brooks dan beberapa kategori teknis.Well,we’ll see.

Grade : A-

2 thoughts on “Drive

  1. Arum Kusuma November 14, 2011 / 10:47 am

    ya ampyuuun so sweet…. hahaaaa

  2. egi david perdana November 16, 2011 / 5:23 pm

    saia sudah nonton filmnya, plotnya terkesan terlalu cepat dan sederhana tapi eksekusinya itu yang mantap, refn memang pantes dapet best director cannes, kejeliannya memutuskan scene demi secene saia rasa pantas mendapat nominasi oscar, well kita lihat saja nanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s