Martha Marcy May Marlene

Elizabeth Olsen in Martha Marcy May Marlene

  • Directed by Sean Durkin
  • Cast : Elizabeth Olsen, John Hawkes, Sarah Paulson, Hugh Dancy, Brady Corbet

Martha Marcy May Marlene (MMMM) telah mendapat banyak buzz sejak dibuka di Sundance awal tahun ini. Tak lain untuk kinerja Elizabeth Olsen,adik yang jauh lebih berbakat dari bintang dan sosialita kembar Mary-Kate & Ashley Olsen. Namun bakat Olsen tidak akan pernah diketahui tanpa campur tangan sang sutradara merangkap penulis, Sean Durkin- yang juga memenangkan Best Director di Festival Sundance untuk debut filmnya ini. Sebuah psychological thriller gelap yang membawa penonton dalam paranoia dan pertanyaan.

Cerita dimulai dengan seorang gadis yang melarikan diri melalui hutan dari sebuah rumah pertanian terpencil. Seorang pria berusaha mengejarnya-memanggil gadis itu Marcy May (Elizabeth Olsen). Sesampainya di kota, Marcy May menelepon kakak perempuannya yang sudah 2 tahun tak pernah ia hubungi, Lucy (Sarah Paulson) untuk menjemputnya. Yang kemudian membuat kita tahu, nama asli gadis itu adalah Martha.

Lucy membawa Martha tinggal bersamanya dan suaminya, Ted (Hugh Dancy) di sebuah rumah tepi danau di Connecticut. Mereka segera sadar bahwa Martha menyembunyikan sesuatu, ia tidak banyak bicara, canggung dalam percakapan, dan melakukan hal-hal aneh yang membuat keduanya bingung. Martha menolak bercerita pada Lucy kemana ia menghilang selama 2 tahun belakangan. Yang kemudian secara kilas balik terungkaplah kehidupan Martha di rumah pertanian di awal cerita yang ternyata rumah bagi sebuah sekte aneh-mungkin komunitas agama-dipimpin seorang pria karismatik, Patrick (John Hawkes) yang perlahan tapi pasti mencuci otak Martha dan memberinya nama lain- Marcy May.

John Hawkes in Martha Marcy May Marlene

MMMM tidak pernah cukup menjelaskan cerita Martha sebelum terjebak dalam sekte maupun hubungan masa lalunya dengan Lucy. Durkin sebagai penulis dan sutradara tampak tak ingin membuang waktu dengan hal-hal tersebut. Dimana dia fokus bercerita dari sisi psikologis Martha. Secara cerdas membangun horor dari transisi Martha untuk kembali ke kehidupan normal di rumah kakaknya dan kehidupannya dalam sekte sebagai Marcy May. Perlahan mengungkapkan bagaimana sekte mengontrol jiwa Martha,bahkan setelah dia berhasil lolos.

Menarik untuk mengamati cara Durkin menggambarkan sekte (yang tidak pernah disebut namanya), melihat para wanita dalam sekte perlahan dicuci otaknya, mereka makan setelah para pria selesai makan. Sekte tetap tampak angker dan misterius tanpa harus menunjukkan ritual pemujaan rumit atau hal-hal khusus seperti busana yang cocok misalnya. MMMM juga menghantui lewat sinematografi pucat dengan pengeditan apik dan desain suara yang intens mewujudkan ketegangan.

Namun bintang sebenarnya film ini tentu saja Elizabeth Olsen. Ia menunjukkan kedalaman karakter Martha yang jiwanya rusak dan dihantui oleh sekte serta memberi emosi nyata di layar tanpa terlihat histeris. Tidak heran jika namanya mulai didengungkan sebagai bintang masa depan. John Hawkes yang tahun lalu bersinar lewat Winter’s Bone pun kembali menampilkan kinerja meyakinkan sebagai pemimpin sekte yang karismatik, lembut tetapi menyimpan ancaman di matanya sekaligus manipulatif seperti yang terlihat dalam satu adegan dimana ia menyanyikan sendiri lagu “Marcy’s Song”.

MMMM pada akhirnya menjadi sebuah produk indie yang memikat sekaligus menghantui. Film ini lambat dan tenang dan tidak menawarkan jawaban mudah bagi penonton ketika film berakhir. Jika kita tidak yakin bagaimana cerita berakhir, hal tersebut hanya akan menyisakan pertanyaan; apakah pikiran kita juga sudah dimanipulasi seperti halnya Martha? Tetapi kita tidak akan meragukan bahwa Elizabeth Olsen adalah gadis Sundance tahun ini, tidak mengejutkan jika mungkin nanti ia akan mengikuti jejak Carey Mulligan atau Jennifer Lawrence, gadis-gadis Sundance yang berakhir di panggung Oscar. Well, we’ll see.

Sarah Paulson and Elizabeth Olsen in Martha Marcy May Marlene

Grade : B

5 thoughts on “Martha Marcy May Marlene

    • Nugros C February 1, 2016 / 12:59 am

      2011…sekarang sudah tak asing lagi kan ?😛

  1. CMrok93 December 2, 2011 / 11:35 am

    Nice review. This film is definitely different in the way it tells its story and the story it’s trying to tell, and while that’s very much something to applaud, it just didn’t come together for me as well as it could have. Olsen and Hawkes were very good but overall, the film just didn’t do much for me as it did for others.

    • Nugros C December 2, 2011 / 1:44 pm

      thx,
      yeah,parallels between Martha’s experience and Marcy May’s never yield much insight about either her past or her present self and it makes me feel missing something from this movie.

      but overall,Durkin has made an impressive debut

  2. egi David p December 2, 2011 / 3:31 pm

    ane belum nonton gan jadi belum bisa kasih pendapat, kalo soal cerita thrillernya soal-soal sekte gitu agak mirip film suspiria kali ya gan cuma suspiria filmnya berdarah-darah tapi sifat karakter utamanya agak mirip Carole-nya film repulsion-nya roman polanski ya, kalo soal jalan cerita thrillernya masih bagusan punya ane yg I’m just paranoid gan hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s