We Need to Talk About Kevin

  • Directed by Lynne Ramsay
  • Cast : Tilda Swinton, John C.Reilly,Ezra Miller,Jasper Newell,Rock Duer,Ashley Gerasimovich

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Lionel Shriver, We Need to Talk About Kevin muncul sebagai film drama indie provokatif sejak dibuka di Cannes Mei tahun ini. Peraih Oscar – Tilda Swinton yang merangkap produser, telah mengumpulkan banyak pujian dan penghargaan untuk perannya dalam film ini sebagai ibu yang berjuang membangun kembali hidupnya pasca kejahatan yang dilakukan putranya, Kevin.

Eva Katchadourian (Tilda Swinton) tinggal sendiri di pinggiran New York, terbangun suatu pagi dan menyadari bahwa rumah kecil dan mobil bututnya telah diolesi dengan cat merah darah. Tampaknya ia telah melakukan dosa besar yang membuat masyarakat menghukumnya. Seorang wanita meninju wajahnya hingga berdarah di depan umum, wanita lain memecahkan telur-telur yang ia beli di swalayan. Lewat serangkaian kilas balik memori Eva, misteri mulai terkuak. Eva adalah ibu dari remaja SMA bernama Kevin (Ezra Miller) yang telah melakukan kejahatan keji di sekolahnya. Rasa bersalah Eva sebagai ibu membawanya kembali ke masa lalu untuk melihat, apakah salahnya Kevin menjadi seorang yang jahat?

Eva mengingat masa-masa bahagia ketika ia bertemu suaminya Franklin (John C.Reilly) dan kemudian melahirkan Kevin. Saat itu Eva yang masih sibuk berkarir belum siap menjadi ibu. Ia begitu sulit membuat ikatan layaknya ibu-anak dengan bayinya. Kevin pun tumbuh menjadi balita pemarah yang menolak diajari ibunya. Ketika 6 tahun, ia masih memakai popok dan dengan sengaja meremehkan ibunya. Di sisi lain, selalu bersikap manis di depan ayahnya. Eva pun tampaknya menjadi satu-satunya orang yang merasa bahwa ada yang salah pada Kevin.

We Need to Talk About Kevin tidak pernah memberi jawaban pasti tentang alasan Kevin tumbuh menjadi jahat. Meskipun mungkin ketidaksiapan dan rasa frustasi Eva saat merawat Kevin telah berpengaruh pada perkembangan psikisnya. Pada dasarnya film ini adalah pengalaman subjektif Eva, penonton sedang mengikuti kenangan Eva yang mungkin sudah disaring dengan rasa bersalah dan penyesalan sehingga tidak benar-benar dapat diandalkan. Film ini tetap tidak menawarkan jawaban, apakah Eva bertanggung jawab atas perilaku Kevin atau sifat Kevin merupakan sifat alamiahnya sebagai ‘bibit buruk’.

Lynne Ramsay dan sang suaminya, Rory Kinnear seperti sengaja membuat script yang membiarkan penonton membuat penilaian sendiri dengan menampilkan momen-momen kecil yang Eva harus renungkan dan berulang-ulang di kepalanya, bertanya-tanya jika ia melakukan sesuatu yang berbeda di masa lalu hasilnya mungkin akan berbeda. Bagaimana jika ia lebih sayang pada Kevin ketika balita? Bagaimana jika ia sudah lebih keras pada Kevin? Hal ini juga didukung gaya visual Ramsay yang terbilang berani dengan dominasi warna merah yang seperti memiliki arti simbolik terhadap cerita keseluruhan serta score menghantui dari gitaris Radiohead, Jonny Greenwood yang membangun atmosfer ketegangan film ini.

Namun, pujian tertinggi harus diberikan pada Tilda Swinton yang sekali lagi menunjukkan performa brilian dalam proyek indie yang diusungnya sendiri pasca Julia dan I’am Love. Swinton sukses menggambarkan Eva dengan menampilkan ekspresi frustasi rumit seorang ibu yang sulit membangun ikatan pada anaknya dan kemudian menunjukkan sisi depresif sosok Eva di masa kini yang menderita dan penuh sesal melihat kejahatan sang anak. Sementara Ezra Miller dan Jasper Newell cukup dipercaya sebagai Kevin pada usia berbeda yang seolah memancarkan kejahatan di matanya.

We Need to Talk About Kevin mungkin bukan film yang mudah ditonton semua orang. Kisah ini menghantui dan sekaligus sebuah studi karakter yang tidak biasa. Tapi tak diragukan lagi, kinerja Swinton sebagai Eva adalah salah satu performance terbaik tahun ini dan layak perhatian Oscar. Walau jujur, ini bukan yang terbaik dalam karirnya (saya masih lebih menyukai performanya dalam Julia). Overall, semoga kinerja brilian Swinton kali ini tidak bernasib sama seperti dalam Julia dan I’am Love. Well,we’ll see.

Grade : B 

10 thoughts on “We Need to Talk About Kevin

  1. nina December 23, 2011 / 5:22 pm

    lu punya kaset nyehh?
    Bagi yaakkk
    wekekekkeee

  2. adiozh February 8, 2012 / 11:18 pm

    keren nih film.. filmnya puzzled bikin penasaran ..😆

  3. destini September 21, 2012 / 8:08 am

    baru jadi list filmku..belum sempet aku tonton…tapi setelah baca review disini kayaknya menarik yah😀
    btw blognya bagus

    • Nugros C September 26, 2012 / 12:04 am

      Yup ,keren ni film..tapi depressing banget…
      yg pasti bikin gregetan ya liat ibunya ya liat anaknya…sama2 ga bertanggung jawab,hehe

      • destini October 2, 2012 / 7:09 pm

        tapi menurutku Kevin has a problem with his mental..psikopat bangett..kalau aku perhatikan filmnya dari awal sih, mungkin kesalahan ibunya, kan ibunya kayak nggak ngarepin bgt buat punya anak.
        but, overall it’s a good movie *yang jadi Kevin remaja cakep sih😛

      • Nugros C October 7, 2012 / 2:45 am

        yah..mungkin, pengaruh sikap Eva juga kali ya yg blum siap jadi Ibu,
        tapi ya Ibu mana yg ga sebel juga liat Kevin kecil uda songong minta ampun, haha

        wew cakep? serem ah..^^

  4. alvariable November 2, 2012 / 2:16 pm

    “Sakit” nih si kevin , monster yang sukses membuat acting mamanya keren dengan kedepresiannya !

    • Nugros C November 17, 2012 / 4:17 am

      bener banget Tilda emang dapet banget aktingnya dimari….
      pastinya pemeran Kevin-nya juga, khususnya yang uda gede tuh Ezra Miller, pengen ditampong..^^

  5. violetcactus December 17, 2012 / 2:48 pm

    suka ceritanya.. dan, pingin lihat aktingnya TildaTilda ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s