Close Up : Viola Davis

“The gigantically gifted,Viola Davis.OMYGOD,Somebody give her a movie!”

Meryl Streep – SAG Award 2009

Begitulah teriakan Meryl Streep di panggung SAG Award 3 tahun lalu saat memenangkan Best Actress untuk Doubt.Seolah ingin mengatakan pada Hollywood bahwa ada bakat besar seperti Viola yang butuh perhatian dan film sendiri.Yang menarik,sejak award season tahun ini bergulir,duel akhir untuk memenangkan Best Actress Oscar menjadi Viola (The Help ) vs Meryl (The Iron Lady).Viola justru menjadi calon terkuat untuk menunda (lagi) Oscar ketiga Meryl sejak 29 tahun lalu.Tapi setidaknya Meryl harus senang bahwa seseorang mendengar teriakannya di panggung SAG dan memberi Viola film sendiri sebagai peran utama dalam The Help.

Tentu ada alasan mengapa seorang seperti Meryl berteriak khusus untuk Viola di pidatonya.Viola Davis telah begitu lama di bisnis perfilman hollywood sejak akhir 90-an.Tapi semua peran yang ia dapat, hanya peran pendukung amat kecil atau cameo,sesuatu yang tak seimbang dengan bakatnya sebagai pemenang Tony Award 2001 di panggung drama.Kesempatan besar akhirnya datang saat ia mendapat peran Mrs.Miller dalam film Doubt (2008),masih sebuah peran kecil,tapi begitu krusial dan karakter besar yang memungkinkan Viola untuk menunjukkan dirinya.Hanya dalam 1 adegan sepanjang 10-12 menit,Viola mengumpulkan berbagai nominasi best supporting actress termasuk nominee Oscar pertamanya.Sebuah langkah besar dari karir filmnya.

Hari ini Viola telah menjadi aktris kulit hitam kedua setelah Whoopie Goldberg yang dinominasikan 2 kali di Oscar.Dan mungkin akan mencetak sejarah lain sebagai aktris kulit hitam kedua yang menang Best Actress in Leading Role setelah Halle Berry (saya penggemar besar Meryl,tapi hati saya buat Viola untuk menang tanggal 27 February pagi WIB) .Jadi disini,mari kita flashback karir Viola dengan memilih 3 peran Viola favorit saya-yang sayangnya juga memang cuma 3 itu yang pernah saya lihat sejauh ini ^^

Sybil – Far from Heaven (2002)

Seperti halnya peran lain yang Viola mainkan sebelum Doubt,ini benar-benar cuma peran kecil.Ia memerankan Sybil,pembantu setia tokoh utama Cathy Whitaker (Julianne Moore).Meskipun begitu,Viola tetap memunculkan kesan halus dalam diam-nya,ia membuat penonton percaya bahwa Sybil adalah pembantu yang dipercaya.Bagaimana cara ia mengawasi majikannya yang mulai dekat dengan seorang pria kulit hitam menunjukkan kepedulian dan perhatian tersebut.

Mrs.Miller – Doubt (2008)

Inilah peran breaktrough Viola sebagai Mrs.Miller,seorang ibu kelas pekerja yang lama menderita dan memiliki cinta yang besar untuk putra tunggalnya yang mungkin ‘bermasalah’.Dalam 1 adegan 10-12 menit,dibalik setelan krem kusam,ia menunjukkan bobot emosional luar biasa dari sosok ibu yang mendebat keyakinan Sr.Aloysius (Meryl Streep) dan kemudian jatuh untuk memohon agar anaknya tetap dapat bersekolah di sekolah katolik pimpinan Meryl itu,demi masa depan sang anak.Dengan suara dalamnya,Viola membuat percikan nyata di layar beralawanan idolanya,Meryl Streep.Ia sama sekali tidak tenggelam oleh karisma Meryl dan mampu berdiri sendiri sama tinggi,dan beberapa orang menyebutnya ‘scene-stealer’ dalam adegan tersebut.Tidak sia-sia Ia membiarkan ingusnya mengalir bebas saat menangis di adegan itu  ^^dan berbuah nominasi Oscar Best Actress in Supporting Role.

Aibileen Clark – The Help (2011)

Jika Viola  bisa begitu luar biasa hanya dalam 1 adegan singkat di Doubt,maka disinilah Ia menunjukkan apa yang dapat dilakukan dalam durasi lebih.Berperan sebagai Aibileen-pembantu hitam  era hak sipil awal 60-an yang mencoba berdamai dengan kesedihannya pada rasisme di sekitarnya.Dia tampil begitu lembut tapi tampak waspada dan menunjukkan karakter paling manusiawi diantara karakter lain  di film ini yang terasa karikatural.Ia sekali lagi menampilkan sisi emosional besar ketika karakternya berbicara tentang putranya yang meninggal karena diabaikan oleh rumah sakit rasis.Dan Ia menyempurnakan penampilan brilian-nya dengan smash telak pada layar di akhir kisah *spoiler alert* ketika Aibileen kehilangan kontrol dirinya dan menghardik Hilly (Bryce Dallas Howard) sebagai wanita kafir ‘You’re Godless woman!’.Ia mengikat penonton untuk peduli dengannya dan menangis bersamanya.Jadi tak salah jika ia menjadi salah satu kandidat terkuat memenangkan Oscar Best Actress tahun ini.

__________________________________________________________________________________

Pada akhirnya,mungkin memenangkan Oscar tidak berarti apa-apa.Beberapa aktris menghilang pasca menang Oscar  *batuk* Gwyneth Paltrow? Beberapa yang lain tersesat dalam ‘pilihan buruk’ *batuk lagi* Halle Berry? Hillary Swank? Tapi jika seorang aktris benar-benar konsisten dan cerdas,karir indah ala Mery Streep (tidak ada contoh yang lebih baik ^^)bukan hal yang tidak mungkin.Dan kita percaya,jika Viola menang,Oscar mungkin akan berarti banyak untuknya,ia telah begitu lama terabaikan,Oscar akan mewakili pengakuan untuk pekerjaan yang lebih baik baginya di masa depan.Saya pribadi ingin melihat Viola dalam peran atau karakter tidak simpati atau antagonis di masa depan.Well,we’ll see.

13 thoughts on “Close Up : Viola Davis

  1. egidavidperdana February 25, 2012 / 6:19 pm

    saya dukung banget mbak viola menang karena jujur aja ane gak suka sama oma meryl gan

    • Nugros C February 27, 2012 / 7:18 pm

      Saya masih shock gan..bener2 sedih buat Viola,TT
      Tapi di sisi lain,tidak ada yg lebih membahagiakan melihat Meryl menang ke-3 nya,FINALLY!

      Insya Allah Viola akan kembali,dia bner2 berbakat…^^

  2. aculturedlad February 27, 2012 / 1:10 am

    I think she’ll win tonight at the Oscars! Personally, I think Michelle Williams is the strongest out of the nominees.

    • Nugros C February 27, 2012 / 2:36 am

      yeah,Viola deserves to win this year’s Best Actress award. She is truly remarkable in The Help

      I would love to see Viola work with Quentin Tarantino in some crime film,LOL

  3. eraha February 27, 2012 / 5:02 am

    oh, ini yang jadi abby black di film Extremely Loud & Incredibly Close ya )ane emang kenalnya baru di film ini,,hehe)

    nice info klo gitu…lumayan nambah wawasan

    ini kunungan balik,,,thanx uda mampir di blog ane
    http://anyamkata.wordpress.com/

    ijin follow yah,,,lumayan buah nambah referensi ^_^

  4. Nugros C February 27, 2012 / 7:22 pm

    iya yg jadi Abby di Extremely Loud (cuma ane belum sempet liat tuh film,walo uda nongkrong di file ane,hehe)

    Klo belom liat Doubt ato The Help,ane sarankan segera liat deh,dia brilian di kedua film itu,,

    oke,thx,keep visit

  5. aranolein August 18, 2012 / 5:15 pm

    Viola bermain bagus di film ini. Persis seperti karakter di buku novelnya. Aku kebetulan pas bikin cober terjemahan Indonesia-nya udah baca buku The Help dan langsung senang ama karakter Aibileen Clark ini.

    • Nugros C August 18, 2012 / 5:22 pm

      wah..ane malah belum pernah nemu The Help yg uda diterbitin disini, kalo udah ada mah jadi pengen baca ^^

      tapi emang performance Viola disini bener-bener apa ya…”mematahkan hati” penonton,
      apalagi pas endingnya say good bye ke Mae Mobley (berkaca-kaca ane,LOL)

      • aranolein August 18, 2012 / 5:26 pm

        Bukunya bagus, deh. (Kebiasaan baca buku sebelum nonton tiap filmnya, hehe). tapi film ini adaptasi novelnya menurutku cukup berhasil.

  6. aranolein August 18, 2012 / 5:16 pm

    Ralat: Viola bermain bagus di film ini. Persis seperti karakter di buku novelnya. Aku kebetulan pas bikin cover buku terjemahan Indonesia-nya udah baca buku The Help dan langsung senang ama karakter Aibileen Clark ini.

    • Nugros C September 30, 2012 / 9:19 pm

      oia, tapi bukannya di versi bukunya dijelasin yak kalo Aibileen akhirnya nggantiin posisi Skeeter di majalah?
      di film kan kayanya dibiarin gitu aja seolah Aibi kudu menanggung derita sendiri,hehe

      *wah, kamu yg bikin covernya sist ?
      keren euy ^^

  7. emyou September 26, 2012 / 11:41 am

    baru ngeh Viola pas nonton The Help. film keren dengan akting keren dan cerita yang menyentuh hati nurani dan kemanusiaan. masih inget salah satu adegan tentang pemisahan kamar mandi antara “keluarga tuan” dengan “pembantu” yang menunjukkan keengganan untuk sejajar di area privat. hey.. bukankah yang seperti itu juga banyak terjadi di sini?😦

    • Nugros C September 30, 2012 / 9:27 pm

      yup, liat Doubt juga sist…disitu dia malah cuma muncul 1 adegan doang tapi bener2 memorable ^^

      bener banget tuh, segregasi emang ada dimana-mana, udah jadi rahasia umum mungkin lebih tepatnya
      jadi inget kata-kata Hilly di The Help “Separate but Equal” (dari hongkong? hehe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s