The Hobbit : An Unexpected Journey

Bilbo Baggins-Bofur-Bombur-Bifur-Dwalin in The Hobbit  An Unexpected Journey

  • Directed by Peter Jackson
  • Cast : Martin Freeman, Ian McKellen, Richard Armitage, Ken Stott, Aidan Turner, Ian Holm, Elijah Wood, Hugo Weaving, Cate Blanchett, Christopher Lee, Andy Serkis, Sylvester McCoy

Sepuluh tahun sejak film pertama The Lord of the Rings (LOTR), Peter Jackson kembali membawa kemegahan Middle-earth ke layar. Kali ini berdasarkan buku The Hobbit yang merupakan kisah sebelum trilogi LOTR yang juga dibuat J.R.R. Tolkien. The Hobbit: An Unexpected Journey merupakan seri pertama dari tiga seri (yang hanya berdasar satu buku kurang dari 300 halaman ?). Dan tentu telah diantisipasi bukan hanya oleh fans LOTR , namun juga pecinta film secara umum seperti saya.

Dibuka dengan Bilbo Baggins tua (Ian Holm) menulis surat untuk keponakannya Frodo (Elijah Wood). Yang mengisahkan kisah hidupnya 60 tahun sebelumnya; Bilbo muda (Martin Freeman) didatangi penyihir legendaris, Gandalf (Ian McKellen) yang mengajaknya untuk turut serta dalam ‘sebuah petualangan’, yakni melakukan perjalanan dengan sekelompok kurcaci/ dwarf untuk merebut kembali negeri mereka Erebor yang telah hancur bertahun-tahun sebelumnya dari Naga Smaug. Walau awalnya menolak, Bilbo pun bersedia ikut dalam kelompok yang berisi 13 dwarf yang dipimpin Thorin (Richard Armitage), yang tak lain adalah pewaris tahta negeri Erebor.

Perjalanan mereka tidaklah mudah, sebuah petualangan yang akan membawa Bilbo ke tempat-tempat yang ia hanya pernah dengar lewat cerita. Tanah para Orc, negeri goblin, negeri para peri/ Elf serta hutan tempat tinggal Radagast (Sylvester McCoy), sang penyihir coklat- satu dari 5 penyihir terkuat di Middle-earth. Menghadapi bahaya dan ancaman kematian yang tak terduga dari satu tempat ke tempat lain, sementara Bilbo sendiri belum benar-benar dianggap oleh pemimpin kelompok- Thorin yang menganggapnya sebagai beban.

Cate Blanchett in The Hobbit An Unexpected Journey

Seperti pendahulunya LOTR, The Hobbit pun kembali mengambil lokasi di New Zealand yang mempesona, dipadu sinematografi luar biasa dan music score epik dari Howard Shore. Kali ini Jackson membuat film dalam jenis baru 3D, yaitu 48 frame per detik (normalnya 24), yang membuat The Hobbit lebih menakjubkan secara visual, gambar tampak lebih tajam- tak diragukan lagi, film paling tajam yang pernah saya lihat. Namun efeknya, saat melihat makhluk CGI, akan tampak terlalu CGI ( maksudnya? Misalnya hewan-hewan atau monster jadi kurang riil ).

Kita tahu Peter Jackson bisa membuat film sangat cantik, tapi kali ini, Jackson bukanlah seorang pendongeng yang hebat. Ia seperti kurang memahami pentingnya sebuah narasi yang menarik. Durasi 160 menit lebih terasa terlalu panjang, banyak sub-plot yang tidak melayani cerita utama sama sekali. Atau adegan yang terlalu panjang di satu jam awal, termasuk saat 13 dwarfs mendatangi rumah Bilbo untuk dinner, lalu bernyanyi, main-main, saling bersendawa tapi tidak pernah benar-benar digunakan untuk mengenal karakter mereka satu per satu.

Di departemen akting, Martin Freeman tampil menawan sebagai Bilbo, membuat karakternya begitu likeable. McKellen seperti biasa- karismatik sebagai Gandalf. Sementara para pemeran dwarf juga tampil baik walau susah dibedakan satu sama lain. Mungkin cuma empat yang diberi ‘karakter’ nyata. Yang paling menonjol tentu Richard Armitage sebagai Thorin yang sukses membuat kita peduli dan berempati dengan perjuangannya, mirip Aragorn di trilogi LOTR. Andy Serkis juga kembali mencuri perhatian sebagai Gollum yang terasa lebih menakutkan dan aneh disini.

Pada akhirnya, The Hobbit: An Unexpected Journey adalah sebuah film yang begitu menghibur dan memiliki banyak momen epik yang luar biasa tapi tidak pernah mencapai tingkat epik yang sama dari tiap film LOTR. Mungkin seperti yang Gandalf bilang di awal fim “Every good story deserves embellishment”, sayangnya Jackson memberi terlalu banyak sehingga berjalan terlalu lama. Semoga dua film selanjutnya benar- benar membawa keagungan karya Tolkien. Well, we’ll see.

Martin Freeman in The Hobbit An Unexpected Journey

Grade : B

33 thoughts on “The Hobbit : An Unexpected Journey

  1. novry December 15, 2012 / 7:25 am

    wuihhh…cepet banget reviewnya..dari reviewnya kayanya masih dibawah ekspektasi ya?..

    • Nugros C December 15, 2012 / 11:33 pm

      hihi, kemaren abis jumatan iseng-iseng buka web 21. Eh ternyata udah tayang perdana jam 12 siang, langsung dah ane meluncur buat penayangan keduanya…:)

      hm..sebenernya dibilang dibawah ekspektasi ya ga juga sih, masih menghibur, epik,and seru banget kok…cuma kaya kepanjangan and banyak hal yg ga bener2 penting buat cerita dasarnya,imho

      • novry December 16, 2012 / 8:23 am

        maybe..peter jackson menabur benih benih dulu kali ya..baru nanti di seri ke 2 n 3..dieksekusi..nebak nebak sok tau dulu dah..mudah2an nyampe ke bioskop sini hehe..

      • Nugros C December 16, 2012 / 10:42 pm

        yup, positiv thinking aja dah..
        tapi mengingat sumber dasarnya aja beda jauh sama LOTR..ini cuma 1 buku, 300 halaman ,,kayanya kok agak ‘maksain’ gitu dibikin 3 film
        (rencana awalnya kan 2 film tuh,eh malah jadi 3…ckck…)

  2. Akbar Saputra December 15, 2012 / 1:39 pm

    semakin banyak yang bilang penggunaan 3D HFR 48fps ternyata buruk, semakin saya penasaran~

    • Nugros C December 16, 2012 / 4:49 am

      hehe, buruk sih engga tapi jadi ada yang ‘kurang’ aja..
      apalagi film ini kan ga kaya LOTR tuh, kalo di LOTR kan orc-nya tuh emang orang beneran yg pake make-up dan segala macem, disini Orc-nya CGI semua..yang makin terasa ‘fake’-nya karena penggunaan 3D 48 fps itu (yg ane tangkap sih begitu, coba aja liat yang 3D gan..)

      Eits…tapi harus diakui, 3D 48fps ini malah bikin mo-cap nya Smeagol jadi lebih ‘wow’, matanya, gerakannya, ‘kawin’ banget deh sama penampilan Serkis

      • Akbar Saputra December 16, 2012 / 9:17 pm

        errrgh pengen nonton~

  3. pursuingmydream December 16, 2012 / 1:30 pm

    Keren review nya!. Sudah niat pengen onton minggu depan🙂.

    • Nugros C December 23, 2012 / 10:16 pm

      thx, udah nonton kah?

      • pursuingmydream December 27, 2012 / 3:12 am

        Belum jd nonton mahal 3D; tiketnya 12 Euro, mau nomat aja hari selasa cuma 7,5 euro😀

      • Nugros C December 27, 2012 / 3:48 am

        wew, emang sist tinggal dimana?
        sebenernya ga 3D juga gapapa sih, tapi ya banyak efek yg mungkin lebih riil lewat 3D ^^

      • Nugros C January 1, 2013 / 1:50 pm

        oh..di Jerman tho.
        berapa rupiah tuh 12 euro…4x lipat disini dong..

  4. RIDHO'S MOVIES December 16, 2012 / 1:31 pm

    Ntar melem to kapan giliran gue ah ke XXI,just will see The Hobbit!!!
    he……

    • Nugros C January 9, 2013 / 9:11 am

      jadi sudah nonton kah Kak ?

  5. wisnuwidiarta December 16, 2012 / 3:08 pm

    Totally agree. Aku beli tiketnya di atas kereta diesel dengan iPad demi IMAX 3D. Asli ngantuk berat. Cerita sesedikit itu terlalu diulur, demi sisi komersialnya. Guilermo del Toro digabung Peter Jackson tampaknya tergoda emas yang dijaga Smaug dalam bentuk penjualan tiket dan merchandisenya. Sudah curiga dari awal, secara aku baca bukunya dulu,dan tepat selesai sehari sebelum nonton.

    • Nugros C December 17, 2012 / 5:40 pm

      nonton di IMAX? ane di 3D aja uda cukup mencolok tuh gambarnya 3D HFR 48fps^^ Yup, ane sih ga masalah dengan jalan ceritanya (ga berharap kaya LOTR juga),lha emang sumbernya lebih ‘ringan’ & simpel juga.

      Ane cuma menyayangkan aja cara Jackson mengeksekusi ni film, keliatan banget dia “mencoba membawa LOTR kesini”, ane ga ngrasa kehadiran Frodo & Bilbo tua di awal bener2 perlu (yeah..walau menyenangkan bisa liat Frodo lagi ^^, but it’s not necessary)

  6. destini December 16, 2012 / 9:02 pm

    cek XXI..berhubung film Indo ada yang bagus juga, nonton the Hobbit dipending dulu hehe..btw, makasih reviewnya bro

    • Nugros C December 16, 2012 / 10:38 pm

      haha, siap2 cemilan yg banyak kalo nonton ini,,^^
      btw, kalo di Semarang XXI yg 3D di Paragorn doang kan ya?

      • destini December 17, 2012 / 9:39 am

        the hobbit durasinya berapa lama to? iya di Semarang cuma di Paragon yang ada 3 D nya. kamu suka film lokal nggak?

      • Nugros C December 17, 2012 / 7:10 pm

        169 menit. hampir 3 jam euy ^^
        mendinglah daripada Pwt kan..ga ada 3Dnya, ^^
        Ga begitu tertarik kalo nonton film lokal di bioskop, paling nunggu ditayangin di tipi, hehe
        5 Cm aja blum nonton ane,,

      • destini January 7, 2013 / 3:01 pm

        elahhh..sekarang bioskop di Pwt udah mendingan loh gros..filmnya udah nggak ecek-ecekan lagi haha
        3 jam ya? lama bener. btw di Citra 21 Semarang, The Hobbit baru coming soon tuh. pengin nonton tapi belum ada temen:\
        btw, aku belum nonton 5cm malah udah gak ada lagi di 21 *gagal nonton*

      • Nugros C January 10, 2013 / 3:27 am

        Iya sih temen ane kemaren2 nonton film ”wagu” sparkling vampire di Rajawali, jaraknya ga jauh2 banget waktunya ama 21

        kayanya sekarang lagi rame filmnya Hanung tuh yg lokalan (habibi & cinta tapi beda), The Hobbit udah hampir sebulan ni, kayanya udah turun deh di 21

  7. tysonadhy December 19, 2012 / 4:08 pm

    entah kenapa agak kurang “waaah & happening” buat film segrande ini dibioskop Indo, even malah kalah ma 5 cm, belum Habib Ainun itu juga mau dateng….

    Plg nggak, raja box office US paling nggak ampe Natal, diganti Django Unchained…

    4000+ teater cuma dpt 80+ juta, banyak si buat opening December, gr2 banyakan yang kecewa kali yak, marketing WOMnya kurang jalan #ngasal

    • Nugros C December 23, 2012 / 10:21 pm

      Wah..kalo penerimaan di bioskop indo mah mungkin ya emang ga wah banget gan, apalagi LOTR kan disini fanbase-nya ga kaya Harry Potter atau itu tuh sparkling vampire (maksud ane ga didominasi remaja gitu fanbase-nya)

      Kalo di US, yup minggu natal bakal selain ada Django, juga ada Les Miserables yang kemungkinan bakal jadi crowd-pleaser

  8. Fariz December 19, 2012 / 4:20 pm

    Setuju! Film ini bertele-tele di beberapa bagian. Walaupun saya akui ada beberapa scene yang seru + Martin Freeman juga bagus mainnya. Bingung kenapa maksain jadi 3 yaaa

    • kupuungu December 21, 2012 / 1:13 pm

      bertele2 only di bagian awalnya gan… tapi kalau udh ketengahnya tuh… mulai seru dan CGI nya smkin ok🙂

    • Nugros C December 23, 2012 / 10:08 pm

      @Fariz: yup, banyak scene terutama di satu jam awal yg keliatan banget dilama-lamain. Ga tau tuh ide jadi 3 film emang idenya Jackson atau PH-nya…Setuju tuh Martin Freeman bagus, malah lebih likeable daripada Frodo ^^

      @kupuungu: yup mulai pertengahan sampe akhir emang berasa serunya, scene Bilbo sama Smeagol juga favorit banget tuh..

  9. nina December 24, 2012 / 9:10 pm

    kebanyakan basa basi filmnya.
    Banyak cerita yg sebenernya lebih baik di cut aja.trlalu lama.
    Td bahkan gw sempet bosen nontonnya.
    Well, tp gw suka gollum.konyol.
    Dan dy apik pas bilbo mau bunuh dy.ekspresine melasi.wkwkwk
    and well, McKellen mempesona sangat.

    • Nugros C December 26, 2012 / 7:53 pm

      harusnya mungkin emang yg ga begitu penting masukkin ke dvd Extended version aja kaya LOTR kali ya..^^

      yup, Gollum disini terasa lebih ‘hidup’ menurut ane ..

    • muhaemin January 15, 2015 / 2:21 pm

      Jujur w belum nonton ampe sekarang tuh film, sebenr’a bukan karena lgi bokek si, tp males bgt buat jalan ni, , n heheh. Liat comentar di atas jd bingung ni jadi nnton pa enggak, klo gak nnton tanggung banget dah nnton yang 1 ma 2 nyah,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s