AMOUR

Jean-Louis Trintignant and Emmanuelle Riva in Amour

  • Directed by Michael Haneke
  • Cast : Jean-Louis Trintignant, Emmanuelle Riva, Isabelle Huppert, Alexandre Tharaud, William Shimell, Ramon Agirre

Amour telah memenangkan berbagai award best foreign language film sepanjang tahun ini pasca kemenangannya di Cannes Mei lalu sebagai film terbaik (Palm d’Or). Dari judulnya, kita segera tahu film ini berbicara tentang cinta. Tetapi sang auteur asal Austria, Michael Haneke dengan berani mengeksplorasi kisah cinta yang ‘tak biasa’ disaksikan di layar perak. Cinta sepasang orang tua di hari tua mereka, kisah orang tua yang mungkin ada di sekitar kita- yang masih hidup atau telah tiada- dan mungkin masa depan yang akan kita lalui. Sebuah potret cinta paling universal, karena kita semua akan menua dan menghadapi kenyataan melihat orang yang dicintai melemah dan pergi atau sebaliknya.

Georges (Jean-Louis Trintignant) dan Anne (Emmanuelle Riva) adalah sepasang suami isteri pensiunan guru musik yang berada di usia 80an. Keduanya tinggal di sebuah apartemen di Paris, sementara putri tunggal mereka Eva (Isabelle Huppert) tinggal di luar negeri. Suatu pagi, setelah malamnya menonton resital piano mantan murid mereka, Alexander (Alexandre Tharaud), Anne tiba-tiba terdiam di tengah percakapan. Setelah dibawa ke Rumah Sakit, Ia divonis mengalami stroke, bagian tubuh sisi kanannya lumpuh. Saat kembali ke rumah, Anne pun harus menggunakan kursi roda. Ia meminta Georges berjanji tidak akan membawanya ke Rumah Sakit lagi. Georges pun merawat Anne di rumah dan menyewa perawat untuk membantunya .

Lambat laun stroke Anne makin memburuk, hampir seluruh tubuhnya telah lumpuh dan tak mampu lagi berbicara. Georges terus merawat Anne dengan cinta dan kesabarannya, walau hatinya hancur Ia tetap memberi spirit pada Anne yang mentalnya mulai jatuh- mengajak Anne bercerita dan bernyanyi. Georges menolak usul Eva supaya sang Ibu dirawat di Rumah Sakit, karena Ia tahu, dengan keadaan Anne sekarang, Rumah Sakit akan mengirimkannya ke panti jompo. Seperti janjinya pada Anne, Georges lebih memilih untuk merawatnya di rumah- terus memberikan cinta yang Ia punya walau Ia tahu akhirnya akan seperti apa.

Emanuelle Riva - Amour

Seperti karya auteur Eropa lain, tempo lambat dan banyaknya simbolisme akan membuat jenuh sebagian penonton. Contohnya dua adegan Georges menangkap merpati yang ‘nyasar’ masuk ke apartemennya yang berlangsung begitu lama dan sialnya, saya tidak benar-benar paham apa “maksud” adegan itu. Yang unik, Amour hadir tanpa score musik apapun, artinya penonton tidak dipengaruhi hal lain kecuali kisah film itu sendiri. Seolah Haneke sedang mengajak kita merasakan keheningan, menyelami kehidupan pasangan Georges dan Anne yang berada di ujung kisah cinta mereka dan bertanya; apa yang kamu lakukan kalau berada di posisi mereka?

Sisi emosional kisah ini tentu tak akan begitu sempurna jika tanpa dua pemain utamanya, Jean-Louis Trintignant dan Emanuelle Riva. Keduanya tampil brilian menggambarkan ‘cinta’ sekaligus penderitaan Anne dan Georges. Riva begitu apik menampilkan sosok Anne dari yang awalnya wanita independen kuat untuk kemudian jatuh dalam penurunan fisik dan mental. Sedangkan Trintignant sempurna sebagai suami yang mencoba memberi yang terbaik ketika istri yang dikasihinya jatuh dalam kesakitan.

Amour mungkin tidak mudah untuk ditonton, bukan karena ini tipikal film Eropa yang lambat dan suram. Tapi karena subjek cerita itu sendiri, sebuah potret jujur tentang ‘cinta’ di hari tua, keburukan penyakit dan kematian. Haneke jelas berhasil membuat film paling emosional tahun ini dengan sepasang performances berkelas dari dua legenda sinema Prancis plus ending tak terduga yang akan terus melekat di ingatan kita. Tak mengherankan melihat film ini menjadi ‘yang terdepan’ untuk memenangkan Oscar best foreign language film mewakili Austria February nanti. Well, we’ll see

Isabelle Huppert in Amour

Grade : A-

7 thoughts on “AMOUR

  1. ardnas20 January 10, 2013 / 8:26 am

    keren keren keren keren!!!
    miris liatnya, apalagi pas shocking scene itu😦
    kalo boleh minta sih pengen nama Emmanuelle Riva nongol di nominasi Best Performance by an Actress in a Leading Role Oscar taon ini, aktingnya manteb!!!

    • Nugros C January 10, 2013 / 8:37 am

      Bener gan, Emanuelle Riva impresif & menyayat banget, she deserves to be nominated, even to win ! ^^
      Tapi kudu bersaing sama Marion Cotillard juga yg dari Prancis- yg notabene lebih populer di mata AMPAS, kayanya Academy ga akan masukin 2 aktris ‘asing’ dalam 1 kategori,But..who will make the cut, we’ll see soon🙂

  2. Egi David Perdana January 11, 2013 / 6:10 pm

    ane udah nonton gan di film ini ane liat ada 2 kelebihan dan 2 kekurangan, kelebihan yang pertama tentu saja akting para pemainnya yang brilian dan kelebihan yang kedua adalah dialognya yang mengalir sederhana namun dengan keserdeharnaan itulah inti cerita dapat ditangkap, untuk kelemahannya pertama adalah scene yang kebanyakan berada di dalam rumah (mesti memang harus seperti itu) tapi bagi yang gak suka film drama hal itu akan amat sangat membosankan mungkin dulu sebaiknya haneke bikin scene di rumah sakit dan riva ngamuk2 disana karena ngga mau dimasukin tapi adegan khayalan yang ane bayangkan itu nggak ada sepanjang film, kelemahan yang kedua adalah meskipun judulnya Amour tapi ane kok ngga ngeliat ya chemistri cinta di antara mereka berdua, ane liatnya cuma kakek yang merawat istrinya yang gak mau dibawa ke rumah sakit atau panti jompo, tidak ada aura cinta sama sekali di mata ane meski aura kepedulian Trintignant itu sangat terasa, untuk endingnya ane berpendapat itu adalah penggambaran dari ruh riva yang menjemput suaminya di saat suaminya menemui ajal, itu pendapat ane gan hhehhe, oh ya adegan burung masuk kamer sampe diulang dua kali😀 Grade ane B

    • Nugros C January 16, 2013 / 9:58 pm

      Kalau yang ane tangkap sih kenapa scene-nya di rumah terus, kayanya Haneke pengen menunjukkan ada nuansa claustrophobic-kesepian hari tua- keterasingan semacem itu lah…
      And soal chemistry cinta–entahlah gan, mungkin ya emang lewat kepedulian George ke Anne itulah cinta yang sesungguhnya tanpa harus terlalu ngumbar puitis gombal ala “The Notebook ” (aduh, ane malah mention film ‘itu’ lagi🙂 )
      Btw, malam Oscar , Riva ultah loh gan…^^ mungkinkah dia dapet ‘special gift’ ?

  3. noirsea13 January 18, 2013 / 2:13 pm

    Ini sebenernya film sederhana dengan emosi yang tidak sederhana. Jujur gw ga suka ending-nya, bikin nyesek.

    • Nugros C January 18, 2013 / 2:28 pm

      haha, justru endingnya yang bikin menarik.. ga terduga banget ya?
      parah Haneke!!

  4. Risma Armia April 27, 2013 / 12:45 am

    Saya lagi download filmnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s