THE MASTER

Joaquin Phoenix in The Master

  • Directed by Paul Thomas Anderson
  • Cast : Joaquin Phoenix, Philip Seymour Hoffman, Amy Adams, Laura Dern, Ambyr Childers, Jesse Plemons, Rami Malek

Inilah film paling saya antisipasi tahun lalu. Sebagai penggemar PTA & PSH, rasanya film satu ini memang membuat saya penasaran selama berbulan-bulan. Terlebih dengan membaca banyak review yang meski positif tapi kebanyakan menganggap film ini ‘divisive’– mereka bilang ini film bagus tapi tidak benar-benar paham film ini tentang apa. Mungkin kesan yang bisa disamakan dengan The Tree of Life dua tahun lalu. The Master (hanya) mendapat 3 nominasi Oscar, semua dalam kategori akting untuk ketiga peran utamanya. Agak disayangkan sebenarnya mengingat film ini didukung teknis yang kuat. Tapi mungkin itulah resiko sebagai film yang disebut ‘divisive’.

Freddy Quell (Joaquin Phoenix) baru selesai bertugas di angkatan laut US selama Perang Dunia II. Ia terganggu secara psikologis, kacau, pemabuk, memiliki obsesi seksual aneh dan tak bisa mengontrol emosinya. Ia kembali bekerja sebagai warga normal- fotografer, petani, tetapi semua tak pernah berjalan lama karena kondisi labilnya. Hingga suatu hari Ia menyusup masuk ke sebuah kapal pesiar yang sedang dipakai pesta oleh Lancaster Dodd (Philip Seymour Hoffman)- pemimpin sekte keyakinan bernama “The Cause”. Semacam aliran keyakinan yang meyakini bahwa tiap manusia dapat melepaskan dosa-dosanya dengan melihat kembali kehidupan lain mereka di masa lalu (reinkarnasi?).

Penyusupan Freddy diketahui oleh Dodd, tapi sepertinya Dodd memiliki ketertarikan tersendiri pada kepribadian ‘rusak’ Freddy. Dodd pun mengajak Freddy menjadi bahan percobaan-nya, Ia ingin menyembuhkan Freddy lewat sektenya. Sementara Freddy sendiri tampak tak begitu tertarik dengan ajaran The Cause, tetapi dia jelas tertarik dengan karakter dan karisma Dodd yang membuat dia nyaman dan mungkin akan membuat hidupnya lebih baik. Istri Dodd, Peggy (Amy Adams) dan anak-anak Dodd mulai tak nyaman dengan perangai aneh Freddy. Tapi Dodd tetap percaya bahwa Ia bisa menyembukan Freddy.

Amy Adams, Philip Seymour Hoffman and others in The Master

Awalnya The Master disebut sebagai film tentang Scientology, tapi sebenarnya ini bukanlah film tentang itu. Sekte ‘The Cause’ bukanlah fokus cerita, film ini semacam studi psikologis hubungan manusia- antara Dodd dan Freddy. Bukan hubungan guru-murid atau dokter-pasien. Namun bisa diibaratkan hubungan pawang dan hewan buasnya. Seperti yang dikatakan Dodd di awal, bahwa ia sedang mencoba menjinakkan naga buas. Yang pasti PTA membuat cerita begitu berlapis, Ia tahu bagaimana menyatukan berbagai elemen teknis yang membuat The Master begitu indah. Difilmkan dengan 65mm, film ini menampilkan visual dengan palet warna yang begitu menarik dari Mihai Malaimare Jr, seolah penonton benar-benar dibawa ke era 50an. Dan tentu ada music score dari Johnny Greenwood yang khas dengan instrumen yang unik.

Keterampilan PTA yang lain tentu ‘mengeluarkan’ yang terbaik dari cast-nya, seperti halnya Tom Cruise, Daniel Day-Lewis dan bahkan Adam Sandler yang menampilkan ‘best performance’ di film-film PTA sebelumnya. Kali ini giliran Joaquin Phoenix, lupakan sosok Johnny Cash yang charming dan karismatik di Walk The Line. Phoenix brilian membuat kegilaan Freddy begitu nyata- cara berdiri, berjalan, bahu miring ke depan, gesture tangan aneh yang melengkung di belakang pinggul sungguh sempurna. Belum lagi permainan mimik muka yang- entahlah -dia sungguh terlihat aneh dan menjijikkan berpadu apik dengan sifat agresif dan liar. Dan saya bisa mengklaim inilah penampilan Best Actor sesungguhnya dari semua film yang saya tonton sejak 2012. (sorry, DDL)

Kinerja Phoenix diimbangi chemistry sempurna bersama PSH sebagai Lancaster Dodd. Karakter Dodd mungkin lebih likeable, tapi sebenarnya tidak lebih mudah untuk diakses. Penonton hanya bisa menduga tujuan atau apa yang ada di pikiran Dodd dan PSH berhasil membuat Dodd begitu karismatik, bijak tapi tetap tak terbaca. Hal yang sama berlaku untuk Amy Adams sebagai istri Dodd, Amy kembali menunjukkan fleksibilitas aktingnya. Ia tak hanya berperan sebagai istri penyemangat, tapi ada sisi misterius disitu. Perhatikan cara dia menatap atau menunjukkan kemarahan hanya lewat diam-nya. Meski begitu, saya merasa PTA kurang mengeksplor karakter Amy.

The Master mungkin bukanlah sebuah masterpiece, tidak semua film bisa disebut masterpiece. Tetapi The Master membuktikan metamorfosa pilihan tema dan teknis PTA dibanding film-filmnya terdahulu . Sebuah film cantik, konfrontatif, menakjubkan sekaligus membingungkan dengan akting brilian dari cast utamanya. Sepertinya saya perlu menonton ulang film ini untuk mendapat esensi sebenarnya dari kisah The Master. Saya percaya walau tak banyak diakui di Oscar, The Master akan menjadi film yang akan bertahan dengan ujian waktu. Saya tidak akan terkejut kalau film ini akan muncul di Sight & Sound kalau mereka mengadakan voting terbaru. ^^

Amy Adams - The Master
Grade : A-

13 thoughts on “THE MASTER

  1. Akbar Saputra February 7, 2013 / 11:54 am

    udah sempat download #eh, tapi belum ditonton sampai habis, pengen gw tonton ulang. kayaknya perlu waktu khusus dengan pikiran segar utk nonton ini, karena kalo enggak malah bikin ngantuk. film ini keliatan banget artsy-nya, dan bisa jadi jauh berbeda dengan “Magnolia” yang lebih mengedepankan sisi naratif.

    • Nugros C February 8, 2013 / 3:05 pm

      Iya Bar, film berlapis (duh, istilah tepatnya apa ya..) kaya gini emang perlu ditonton ulang di waktu yg tepat ^^ Ane juga merasa ni film bagus & bisa ngikutin juga, cuma ya itu – belum bener2 nangkep maknanya

      TWBB & Magnolia masih my Top PTA films deh..

  2. noirsea13 February 8, 2013 / 5:03 am

    Gw udah nonton film ini, it sure is not an easy film, dan ini jelas bukan film untuk semua orang. Menurut gw film ini bagusnya di dominasi visual experience. Banyak shot-shot cantik yang ada di sini, tapi ceritanya sendiri menurut gw ga terlalu kuat, baik itu narasinya atau eksekusinya (entah mungkin karena ekspektasi gw ceritanya bakal sekeren Magnolia ya).😀

    • Nugros C February 8, 2013 / 3:10 pm

      Ane bilang sih ceritanya lebih gelap & berlapis disini, jadi ga terlalu nonjolin naratifnya. Mungkin lewat ni film PTA mulai menjangkau ‘wilayah’-nya Kubrick & Malick ^^
      Kerasa banget ya perubahan tema & cara PTA bercerita dari film awal karirnya sampe The Master ini..

  3. tysonadhy February 8, 2013 / 4:44 pm

    Life of Pi dan The Master, 2 film yang bagus namun tetep mengecewakan karena masih berada di bawah ekspektasi…

    Setuju, karakter Peggy Dodd underdeveloped, malah jadi ngerasa kalo Amy Adams sedikit overrated khusus karakternya di film ini…

    Hoffman is good as usual but not great…

    Phoenix berhasil membuat gue jengkel, jadi menurut gue karakternya dia berhasil….

    The Master is(n’t) The Master after all…

    And about Oscars, I agree with Phoenix, It’s bullshit, it reflect how they treat Bigelow and Affleck this year, what a douche !

    • Nugros C February 8, 2013 / 5:32 pm

      Seandainya karakter Peggy dikasih lebih, pasti deh Hathaway bakal punya ‘real-rival’ mengingat status Amy yg overdue
      Jangan lupa juga Laura Dern yg muncul dikit banget – kurang termanfaatkan😦

      Jujur aja, kalo ane anggota AMPAS, ane vote buat Phoenix deh ! his gesture-expression,just perfect ! uda lama banget kayanya ga liat performance yang kaya gitu ^^

      hm…Argo kayanya malah dapet untung dgn snubnya Affleck, terbukti malah menang berderet. Yang kasian ya Bigelow, tercampakan banget – ZD30 buzz-nya mati gitu aja.

  4. zerosumo February 10, 2013 / 12:53 am

    Udah beredar toh film ini di dunia maya? wah, ketinggalan info gw, sama2 penasaran nih, bukan gara2 gw penggemar PTA sih, tapi gara2 gw penggemar sang commodor phoenix, haha, penasaraaan… *ngubek2 torrent*

    • Nugros C February 10, 2013 / 4:53 am

      Udah ni gan, lama banget nongolnya untuk ukuran film yg rilis september ^^
      fans Phoenix tho..dijamin ngga kecewa liat Phoenix disini deh, totalitas luar biasa, best performance sepanjang karirnya imho

      • zerosumo February 10, 2013 / 7:58 pm

        Iya nih, belom sempet ngubek2 torrent lg, kangen ma si phoenix, aktor yg harusnya dapat kesempatan sebanyak leonardo dicaprio dia, percaya sih gw dia pasti selalu total kalo berakting di setiap filmnya, hehe, siplah kalao begitu, kalo ada waktu gw langsung hajar the master lah!

  5. joegievano February 23, 2013 / 2:43 pm

    nonton film PTA kaya cuci otak/ganti oli, sangat di anjurkan🙂

    • Nugros C March 2, 2013 / 4:44 am

      haha- bisa aja Bang,
      one word- ‘mindblowing’🙂

  6. L March 15, 2013 / 5:40 pm

    Film-film Joaquin Phoenix tidak semuanya mendapat rating bagus, cuma menurut gue aktingnya gak pernah jelek. Jadi, mendengar dia comeback, bareng PTA dan Seymour Hoffman pula, gue sangat antusias sama film ini.

    Kesan pertama gue terhadap The Master adalah, ini film yang cantik. Gue setuju sama review lo. Cuma kalau boleh menambah, yang bikin film ini (semakin) menarik adalah.. Coba lo nonton berulang-ulang. Setiap kali lo nonton, lo (mungkin) akan menemukan arti yang berbeda. Malah ada teori yang bilang Freddie Quell sebetulnya tidak ada, dia cuma sosok Lancaster Dodd saat muda, dan Dodd sendiri seperti ‘menyesali’ dan.. Apa ya, berusaha menebus gaya hidup yang aneh itu. :))

    Nice blog, btw!

    • Nugros C August 27, 2013 / 3:19 am

      Saya setuju dengan Anda ^^
      even, Phoenix bukan salah 1 favorit ane, tapi sejauh ane liat akting dia jauh berkembang banget, maksud ane dia bukan katakan seperti Leo Dicaprio atau Gosling yang kayanya aktif mai di film-film yang bagus tapi ya kayanya dari segi akting ya so so so, Tapi Phoenix, sekalinya nongol, seolah langsung..”blew us away…blew them away”. The Master membuktikan itu..

      yup, banyak interpretasi emang tentang Dodd & Freddy atau bahkan The Cause itu sendiri, perlu di-filsafat tampaknya …dan yah mungkin sudah ekspektasi ane juga sebagai penggemar PTA.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s