American Horror Story : Murder House (2011)

Evan Peters as Tate in American Horror Story

  • Created by Brad Falchuk & Ryan Murphy
  • Cast : Connie Britton, Dylan McDermott, Jessica Lange, Evan Peters, Taissa Farmiga, Denis O’Hare, Frances Conroy, Kate Mara, Lily Rabe, Jamie Brewer, Zachary Quinto

Sambil menunggu kelanjutan American Horror Story : Coven (season 3) yang sedang ‘libur’ sebulan. Ada baiknya saya me-review miniseries AHS yang telah menyita perhatian & token pulsa saya beberapa tahun ini😮 Dibuat oleh duo Brad Falchuk & Ryan Murphy yang telah membidani tv series sukses semacam Nip/Tuck dan (pernah sukses) Glee, season pertama American Horror Story (AHS) yang awalnya hanya berjudul American Horror Story, kini lebih dikenal dengan American Horror Story : Murder House- untuk membedakan dengan season berikutnya. Tayang di tahun 2011, AHS sukses menjadi fenomena tersendiri, baik secara kritik maupun komersil.

Tahun 2011, keluarga Harmon; Ben (Dylan McDermott), istrinya- Vivien (Connie Britton) dan putri remaja mereka, Violet (Taissa Farmiga) pindah ke Los Angeles untuk membuka lembaran baru setelah di kota sebelumnya Vivien keguguran dan Ben selingkuh dengan mahasisiwi bernama Hayden (Kate Mara). Keluarga Harmon menempati rumah baru bergaya klasik yang mereka tahu sejak awal bahwa penghuni sebelumnya- sepasang gay bunuh diri disitu. Tak lama menempati rumah itu, mereka mulai terusik dengan tetangga sebelah- Constance (Jessica Lange) dan putri down syndrome-nya Addie (Jamie Brewer) yang sering masuk ke rumah tanpa ijin, Addie yang mampu melihat ‘penghuni lain’ di rumah itu pun suatu kali memberitahu Vivien bahwa Ia akan mati di rumah tersebut.

Ben yang seorang psikiater, mulai membuka praktek di rumah, pasien pertamanya Tate (Evan Peters) pemuda psychotic yang kemudian diam-diam tertarik dan berteman dengan putrinya, Violet. Sementara Vivien kedatangan seorang wanita tua, Moira (Frances Conroy) yang mengaku sebagai pembantu rumah itu selama bertahun-tahun dengan penghuni berbeda, Vivien pun memperkerjakannya sebagai pembantu. Anehnya, di mata Ben, Moira hadir sebagai gadis muda penggoda nan seksi (Alexandra Breckenridge). Keanehan mulai muncul, Ben mendapat peringatan dari pria bermuka terbakar, Larry Harvey (Denis O’Hare) tentang spirit jahat di rumah itu. Teror datang silih berganti, membawa satu fakta bahwa mereka sedang menghuni “Murder House” – rumah terkenal yang jadi salah satu tujuan wisata mistis dengan sejarah panjang pembunuhan yang kini siap mengancam keluarga Harmon.

Connie Britton as Vivien Harmon in American Horror Story

AHS season 1 ini mungkin tak semua orang suka, memang tidak semua orang suka genre horror. Tapi AHS tidak menjual horror semata, Murphy & Falchuk tahu benar bagaimana membuat tayangan TV yang menarik penonton. Tiap episode kita akan disuguhkan ‘hantu-hantu pemilik rumah’ sebelumnya dari tahun ke tahun plus latar belakang kematian mereka. Berbagai twists juga menghiasi 12 episode dari season pertama AHS ini. Dibalik semua unsur ‘usang’ kisah misteri rumah tua, unsur dramatik serial ini tak pernah ditepikan- bahkan secara gamblang mengusung tema ‘ketidaksetiaan’ sebagai plot utamanya.

Membahas AHS, maka kita membicarakan Jessica Lange. Dia bukanlah tokoh utama disini, tapi Lange mencuri season ini sebagai Constance- tetangga menyebalkan yang menyimpan banyak misteri tentang Murder House. Lange membuat karakternya yang antagonis begitu berwarna- Ia memberi sisi manusiawi yang membuat penonton ‘di beberapa momen’ bersimpati padanya. Harus diakui, peran inilah yang membawa nama Jessica Lange dikenal generasi muda seperti saya. Tentu Lange tidak ‘menghilang’ dari dunia akting sebelumnya, hanya saja ketika peran utama untuk aktris seusianya di film ‘hanya tertuju’ untuk Meryl, Dame Helen, & Dame Judi- pilihan Lange bermain di AHS seperti carreer resurrection baginya. Ia layak setiap award yang didapat untuk peran ini.

Tanpa mengecilkan pemain lain, Connie Britton sebagai lead bermain bagus sebagai Vivien yang tak hanya terteror oleh rumah berhantu, tapi juga oleh ketidaksetiaan suaminya. Frances Conroy juga memukau sebagai pembantu tua misterius Moira, Conroy menampilkan kedalaman emosional tersendiri bagi sosok Moira(Ok, tonton AHS and u’ll know what I’m talking about🙂 ). Lalu ada Evan Peters yang mencuri perhatian sebagai Tate- remaja psycho manipulatif yang di sisi lain haus kasih sayang. Dari deretan ‘guests star’,favorit saya Zachary Quinto sebagai hantu salah satu pasangan gay penghuni Murder House, Quinto yang mungkin memerankan dirinya sendiri– tampil penuh nuansa dan meyakinkan di beberapa episode kemunculannya.

AHS season 1 ini atau American Horror Story : Murder House tidaklah benar-benar menyeramkan sebagai sebuah sajian horror. Tetapi Murder House tetap berhasil menciptakan sensasi horror ke penonton- menegangkan, penuh misteri & twists serta tentu ending yang sangat tidak diharapkan- sebuah penutup yang sempurna. Murphy mungkin telah belajar dari series buatannya sebelumnya, khususnya Glee yang ‘merana’ karena inkonsistensi cerita & karakter, dan untuk itu (untungnya) Ia membuat AHS : Murder House berhenti di 12 episode saja dan melahirkan kembali AHS dengan cerita & setting 100 % berbeda dengan wajah- wajah yang sebagian sama di season berikutnya. Well, U’ll see …

Jessica Lange as Constance Langdon in American Horror Story

Grade : B+

8 thoughts on “American Horror Story : Murder House (2011)

  1. Daniel January 2, 2014 / 2:53 am

    Wah baru nonton AHS: Murder House nih?😀

    • Nugros C January 2, 2014 / 4:13 am

      Ahaha,tidak-tidak…😉
      emang lagi pengen- udah lama sebenernya- ngreview AHS 1-2
      mumpung Coven juga masih ‘tahun baruan’

  2. shinthapurple January 2, 2014 / 9:18 am

    udah laam tahu, tapi malah belum pernah nonton *sigh.. nice review anyway

    • Nugros C January 3, 2014 / 1:09 am

      coba aja, daripada liat series lokal😛
      secara episode ga terlalu banyak season pertama kok

      • shinthapurple January 3, 2014 / 7:34 am

        Hah? Emang ada series lokal? Yakali sinetron haha

      • Nugros C January 4, 2014 / 1:05 am

        That’s what I mean… hahahaha

  3. tysonadhy January 2, 2014 / 1:51 pm

    I don;t know
    I just don’t like first season
    that’s why I skip for the Asylum

    • Nugros C January 3, 2014 / 1:07 am

      yeah..it was little bit to much melodramatic,
      but just try to watch the entire season… I mean, this is series..u can watch anytime,

      The fact that 1st season was so twisted in many ways out of the situation, U’ll be like..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s