45 Years (2015)

Charlotte Rampling as Kate in 45 Years

  • Directed by Andrew Haigh
  • Cast : Charlotte Rampling, Tom Courtenay, Geraldine James, Dolly Wells, David Sibley

Diangkat dari cerpen In Another Country karya Andrew Constantine, 45 Years pertama tayang Februari 2015 di Berlin Film Festival dan memenangkan trofi Silver Bear Best Actress dan Best Actor untuk kedua pemeran utamanya, Charlotte Rampling dan Tom Courtenay. Disutradarai Andrew Haigh yang dikenal lewat film indie Weekend dan serial HBO Looking (yang saya belum pernah nonton keduanya🙂 ), film ini telah muncul di berbagai list top 10 kritikus akhir tahun 2015. Jika karya Haigh sebelumnya berfokus pada queer drama dengan tokoh sentral pemuda, kali ini Haigh menyajikan studi menarik dari pasangan suami istri 60an tahun yang telah 45 tahun menikah dan menghadapi ‘hantu’ dari masa lalu.

Di sebuah kota kecil di Inggris, sepasang suami istri tanpa anak, Kate (Charlotte Rampling) dan Geoff Mercer (Tom Courtenay) bersiap menyambut pesta ulang tahun pernikahan mereka yang ke-45. Seminggu sebelum pesta, datang sebuah surat dari otoritas negara Swiss untuk Geoff yang mengabarkan bahwa jasad kekasihnya 50 tahun lalu, Katya, yang jatuh dalam lubang es di puncak pegunungan Alpen tahun 1962 telah ditemukan. Tubuhnya terjebak di dalam es dan membeku disana, tetap utuh- tak pernah berubah sejak hari saat dia terjatuh dan tak ditemukan.

Awalnya Geoff berencana terbang ke Swiss untuk melihat jenazah Katya, tetapi dengan halus, sang istri- Kate melarangnya. Karena hal itu dirasa tak perlu dan dengan usianya kini, Geoff tidak mungkin naik ke puncak Alpen- lokasi jasad Katya. Semua tampak baik-baik saja dan mereka kembali menyiapkan pesta di akhir pecan. Tetapi, perlahan Kate menangkap perilaku Geoff mulai berubah dan terobsesi dengan masa lalunya bersama Katya. Wanita yang telah tiada bahkan sebelum Kate bertemu Geoff, namun kini namanya menghantui rumah mereka. Membuat Kate mempertanyakan 45 tahun pernikahan mereka, apakah semuanya hanya semu? apakah Geoff tak pernah benar-benar melupakan Katya?

Tom Courtenay and Charlotte Rampling in 45 Years

Sedikit banyak 45 Years mengingatkan saya pada Amour (2012) yang juga berfokus pada pasangan lanjut usia. Tetapi jika di Amour,  kita melihat langsung  penyakit stroke sebagai titik konflik. 45 Years justru memunculkan konfliknya  begitu halus, nyaris tak terlihat (kata yang lebih tepat `subtle`). Penonton tidak benar-benar melihat `Katya` secara fisik, tapi tetap bisa terbawa ikut merasakan kehadirannya di rumah Kate dan Geoff (Well, bukan berarti horor). Haigh yang juga bertindak sebagai penulis, piawai menciptakan mood dan atmosfer lewat setting lokasi dan shots yang diambil. Berpadu apik dengan penampilan duet British veteran, Charlotte Rampling dan Tom Courtenay.

Charlotte Rampling yang saya kenal lewat peran kecil tapi berkesan sebagai wanita dingin seperti di Never Let Me Go dan Melancholia atau jika nostalgia sedikit di film lawas Sidney Lumet- The Verdict, di 45 Years begitu halus menampilkan kompleksitas emosional sosok Kate dengan memanfaatkan close-up shot untuk menunjukkan kekecewaan, sakit hati, dan marah tanpa harus menangis atau berteriak. Mengekspresikan perasaan Kate hanya dengan gerak bibir dan tatapan mata yang mampu berbicara lebih dari sepotong dialog. Performa subtle Rampling diimbangi penampilan aktor veteran Tom Courtenay yang tak kalah meyakinkan sebagai pria tua yang terjebak pada memori masa lalunya dan tak mampu mengekspresikan perasaannya sendiri.

Andrew Haigh meramu 45 Years dengan tempo dan durasi yang pas, menangkap sempurna kerentanan sebuah cinta. Bagaimana cinta dan kepercayaan yang telah sangat lama dipupuk perlahan runtuh seperti halnya salju dan es Alpen yang mengubur Katya sejak setengah abad lalu. Nama Katya disini seolah mewakili sebuah bayangan tak terlihat yang mungkin saja bisa hadir di setiap pernikahan, di setiap usia. Pada akhirnya, kita bisa belajar tentang betapa berartinya sebuah `keterbukaan` dalam sebuah hubungan. Seperti yang diwakilkan tatapan dan ekspresi Rampling di akhir film (Oh, that look !), sungguh menceritakan semuanya. Tak sekedar wishful thinking, saya rasa Charlotte Rampling layak dinominasikan Oscar untuk perannya disini. Well, We`ll see.

Charlotte Rampling in 45 Years

Grade : A-

 

 

4 thoughts on “45 Years (2015)

  1. KukuhGiaji January 9, 2016 / 8:51 pm

    nice blog in here! apakah sudah nonton Short Term 12? itu salah satu tontonan wajib juga tentang film semacam konflik drama seperti ini

    • Nugros C January 13, 2016 / 8:05 am

      Makasi dah mampir bro,
      Short Term 12 gw udah nonton awal 2014, yeah, gw rasa itu film yang menjanjikan moviegoers seorang Brie Larson yg akan bermasa depan cerah🙂

      Btw, bro Kukuh movie-blogger juga kah? boleh tuker link nih…

      • KukuhGiaji January 13, 2016 / 1:18 pm

        boleh kok, Brie Larson di Trainwerck juga gokil kok ahahahaha.

      • Nugros C January 15, 2016 / 9:00 am

        Rampling head to head sama Larson di Oscar! (finally🙂 )
        Ok, gw pasang bro…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s