Room (2015)

Jacob Tremblay and Brie Larson - Room

  • Directed by Lenny Abrahamson
  • Cast : Brie Larson, Jacob Tremblay, Sean Bridgers, Joan Allen, William H. Macy, Tom McCamus, Cas Anvar, Amanda Brugel 

Berdasarkan novel bestseller karya Emma Donoghue berjudul sama, Room– sebuah film indie karya Lenny Abrahamson secara mengejutkan berhasil meraih nominasi Best Picture, Best Director, Best Adapted Screenplay dan Best Actress Oscar tahun ini. Bercerita tentang seorang gadis muda yang diculik dan disekap selama 7 tahun hingga melahirkan seorang putra. Well, tidak asing? Novelnya sendiri memang terinspirasi dari kasus Natascha Kampusch dan kasus Fritzl yang terjadi di Austria beberapa tahun lalu. Tetapi film ini tidak akan mengajak kita menyaksikan penderitaan si gadis selama 7 tahun disekap, melainkan secara unik mengambil sudut pandang putranya yang baru menginjak 5 tahun.

Jack (Jacob Tremblay) baru berulang tahun yang ke-5, Ia tinggal bersama ibunya, Ma (Brie Larson) di tempat yang mereka sebut Room (ruangan, kamar?- saya belum tahu terjemahan filmnya nanti akan pakai istilah apa). Room menjadi satu-satunya dunia Jack, Ia lahir dan besar disitu. Bagi Jack, Room dan seisinya- toilet, kursi, kasur, tv, bak mandi, dan lemari dianggap seperti teman. Satu-satunya cahaya dari luar berasal dari skylight– lubang kaca di langit-langit ruangan. Ma membesarkan Jack layaknya seorang Ibu normal agar Jack tetap bisa berkembang secara fisik dan intelektual. Tetapi, Ia mengatakan pada Jack bahwa tidak ada dunia di luar Room, apa yang mereka lihat setiap hari di TV tidaklah nyata.

Secara berkala mereka dikunjungi oleh Old Nick (Sean Bridgers) yang membawa makanan dan keperluan seadanya. Tiap kedatangannya, Jack harus tidur dalam lemari karena Ma melarangnya berinteraksi dengan Old Nick. Perlahan kita memahami, bahwa Ma dan Jack adalah tawanan. Old Nick menyekap mereka di dalam Room dan memperkosa Ma berulang kali sehingga Ma tak pernah bercerita pada Jack keadaan mereka sebenarnya, termasuk fakta bahwa Jack adalah hasil kebiadaban Old Nick pada Ma. Melihat Jack bertambah cerdas di usianya yang ke-5, ditambah keluhan Old Nick yang kesulitan keuangan- membuat Ma khawatir akan kelangsungan hidup mereka. Ma pun mulai mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya pada Jack, tentang ‘dunia yang sesungguhnya’ di luar Room. Dengan melibatkan Jack, Ma membuat rencana untuk melarikan diri dari Room.

Jacob Tremblay - Room

Lenny Abrahamson yang tahun sebelumnya membuat film unik Frank, mengajak sang penulis Room- Emma Donoghue mengadaptasi karyanya sendiri. Sesuai buku, film ini memakai sudut pandang Jack, bocah 5 tahun yang saat kita pertama lihat- tampak seperti anak perempuan karena rambut yang tak pernah dipotong. Abrahamson dengan apik mampu menampilkan perspektif Jack pada kamera. Close-up pada objek-objek yang Jack kenali di Room dan perlahan menyapu Room dengan wide-shot seolah menunjukkan seberapa banyak hal yang Jack ketahui. Room yang begitu kecil terasa cukup besar di mata Jack, dan kita sebagai penonton dibawa untuk percaya bahwa itulah luasnya dunia Jack. Production design film ini juga patut diapresiasi dalam menampilkan Room se-otentik mungkin.

Film ini takkan berhasil tanpa duet Brie Larson & Jacob Tremblay yang begitu dipercaya sebagai Ibu-anak. Larson yang saya kenal pertama kali di Short Term 12 -dimana dia begitu baik membangun chemistry dengan anak-anak, kembali menunjukkan kepiawaiannya berinteraksi dengan aktor cilik. Interaksinya dengan Tremblay begitu kuat. Ekspresi frustrasi dan ketidakberdayaan diramu apik sehingga sesuai dengan konteks karakternya sebagai seorang korban sekaligus pelindung (bagi putranya). Dan tentu saja ada Tremblay yang sangat natural, kita bisa ikut merasakan kepolosan sekaligus kebingungan dan ketakutannya. Adegan Larson dan Tremblay walau tanpa dialog, hanya silent moment-pun bisa membuat penonton melihat ‘emosi dan ikatan’ yang nyata antara keduanya.

Jika sudah lihat promo film ini, bisa dibilang kita sudah tahu apa yang akan terjadi pada Ma dan Jack. Tak bisa juga disebut spoiler karena poin Room bukanlah tentang penderitaan Ma dan Jack dalam penyekapan, tetapi bagaimana mereka menghadapi dunia baru setelah berhasil lolos dari Room. Ma yang harus menghadapi kenyataan bahwa hidupnya 7 tahun lalu sudah berubah dan Jack yang harus berhadapan dengan dunia yang tak pernah Ia kenal- orang-orang baru, dan bahkan sentuhan rumput dan sinar matahari yang begitu asing baginya. Semua ditampilkan secara pas sehingga mampu memainkan emosi penonton tapi tidak berlebihan. Saya juga senang karena film ini tidak mengambil rute tearjeaker, yang membuat Room begitu spesial layak menjadi salah satu yang terbaik tahun ini, simpel, menyentuh tapi tidak melodramatis. Dan Brie Larson, she should win the Oscar! Well, We`ll see.

Jacob Tremblay and Brie Larson in Room

Grade : B+

 

 

 

10 thoughts on “Room (2015)

  1. Coqi Basil January 29, 2016 / 10:33 am

    Salam kenal gan…
    Chemistrinya Jacob Tremblay sama Brie Larson dapet banget. Persis sama novelnya.
    Bisa tukeran link??

    • Nugros C February 1, 2016 / 12:53 am

      Wah, udah baca novelnya?
      Harusnya masuk nominee Oscar juga tu Tremblay (tapi di Lead lo ya, bukan supporting🙂 )
      *sip, link ane pasang

      • Coqi Basil February 1, 2016 / 7:26 am

        Iya gan, Tremblay pantas masuk nominee lead role-nya oscar.
        Linknya udah ane pasang juga gan.

      • Nugros C February 2, 2016 / 2:34 am

        Studionya malah campaign di supporting tuh,, tapi mungkin emang lebih baik ga masuk nominee, daripada ‘beban’ buat karir ke depannya🙂
        (ehm, Haley Joel, anyone?)

  2. Coqi Basil February 2, 2016 / 2:19 pm

    Hahaha. Haley Joel Osment udah jarang dapet role di film-film besar. Padahal waktu kecil populer banget.

    • Nugros C February 2, 2016 / 2:54 pm

      Haha ya makanya beban tuh embel2 *oscar nominee seumur hidup

      Semoga Tremblay bisa mengikuti jejak Christian Bale aja🙂

  3. Erna February 3, 2016 / 2:57 pm

    Penasaran sama aktingnya Brie Larson.

    • Nugros C February 9, 2016 / 6:33 am

      Bagus kok, ga kalah bagus sama pas di Short Term 12

  4. Lulu February 10, 2016 / 3:40 am

    Waah saya penggemar film! udah baca buku yang ditulis Natascha Kampusch, boleh juga nih liat filmnya! makasih udah mampir ke saya, saya bakal sering mamppir nih, soalnya saya hobby liat film.

    • Nugros C February 10, 2016 / 4:32 am

      Hey, keep dropping in kak.
      Kalo Room sendiri bukan berdasar buku bikinan Kampusch, ini fiksi cuma memang terinspirasi (salah satunya) dari kejadian Kampusch itu.🙂
      Bagus kok filmnya,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s